Aturan Posting di Whats App

Whatsapp bisa digunakan untuk berdakwah dengan cara membuat Grup WA.
Group WA ini sangat efektif serta informasi dakwah bisa benar-benar tepat sasaran.
Dalam menggunakan group WA dalam berdakwah, banyak hal yang mesti diperhatikan
untuk menjaga group tetap kondusif bagi semua anggota Grup.

Aturan dalam ber WA sangat diperlukan mengingat anggota WA terdiri dari banyak
pemikiran, paham, dan keinginan yang bisa berbeda satu sama lain.
Adab dan etika komunikasi dalam WA yang kurang serta tidak menghargai kepentingan dibuatnya grup WA tersebut
bisa membuat suasana tidak kondusif bagi anggota Grup.

Berikut beberapa aturan dalam berinteraksi di WA.

a. Aturan posting dan berinteraksi di grup.

  • Jika kita melakukan posting gambar/video, sertakan judul/penjelasan untuk gambar yang kita posting,
    agar orang bisa tahu apa isi gambar/video itu sebelum mendownloadnya. 
  • Hal ini karena banyak orang yang berhati-hati menggunakan kuota internet di internet-nya.
    Sehingga orang-orang ini mematikan fitur auto download di WhatApp.
    Kita harus berempati dengan mereka yang memiliki kuota terbatas.
  • Jangan samakan semua orang akan bisa online selama sebulan penuh atau bisa mengisi kuota kapan pun dibutuhkan.
    Dengan menyertakan judul/captionnya, maka kita memberikan informasi pendahuluan sebelum
    nya dan memberikan pilihan kepada anggota grup untuk mendownloadnya.
  • Selain itu , dengan penjelasan pada gambar/video akan menghindarkan grup dari keributan ketika ada seseorang yang merasa gambar itu tidak penting.
  • Judul/penjelasan itu akan memudahkan mereka mempertimbangkan penting atau tidak pentingnya mendownload gambar tersebut.
  • Judul/penjelasan itu juga memastikan bahwa kita tahu persis isi dari gambar/video tersebut.
  • Jangan sampai kita cuma forward sesuatu yang kita tidak tahu apa yang kita forward.
  • biasakan untuk cek postingan yang akan kita kirim, dan posisikan diri sebagai pembaca. Enak atau tidak dibaca ? postingan yang terlalu panjang justru biasanya tidak akan dibaca, malah akan dilewatkan begitu saja. 
  • sebisa mungkin jangan OOT (out of topic). 
  • tahan broadcast apapun di grup. Anda mungkin menganggap info tersebut penting.  Tapi jangan sampai anggota grup lainnya merasa isi grup tersebut hanya broadcast atau info saja dari pihak lain. Sedangkan mereka sudah mendapatkan info tersebut dari grup lainnya. Pertimbangkan baik-baik jika ingin melakukan share info yang anda dapat dari grup lain. Karena bisa jadi semua sudah mendapatkannya dari tempat lain.

b. aturan berhubungan dengan Undang-undang Pemerintah.

WhatApp menjadi objek dari UU ITE NOMOR 11 TAHUN 2008 (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dimana
ada batasan-batasan yang menjadi point dalam UU tersebut, diantaranya larangan muatan yang melanggar
kesusilaan, perjudian, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman,
serta rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan
atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

BAB VII
PERBUATAN YANG DILARANG
Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.
Pasal 28
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang
mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu
berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

 

Sanksi bagi yang melanggar :
Pasal 27 ayat 1-4, kalau terbukti melanggar pasal ini dapat dijerat pidana penjara paling lama 6 Tahun dan/atau denda paling banyak 1 Miliar.
Pasal 29 , kalau terbukti melanggar pasal ini dapat dijerat pidana penjara paling lama 12 Tahun dan/atau denda paling banyak 2 Miliar.